KEPALA KANWIL KEMENAG JATIM Dr. H HUSNUL MARAM, M.H.I BERIKAN PEMBINAAN DAN PENGUATAN PROFESIONALITAS GURU PPG DI MAN 1 GRESIK

Gresik, bertepatan dengan hari kartini pada tanggal 21 April 2022 MAN 1 Gresik menjadi tuan rumah pembinaan dan penguatan profesionalitas guru pasca PPG. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian pembinaan kepada guru yang dinyatakan lolos PPG sejak tahun 2021. Total guru yang hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah 209 guru dari lima kabupaten kota yakni Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 dan langsung dibuka oleh Dra. Purwantini, S.Pd selaku penata acara. Berikutnya peserta pun menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah. Rencananya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur dijadwalkan hadir langsung di MAN 1 Gresik, namun karena ada keperluan yang tidak dapat ditinggalkan, maka beliau menyampaikan sambutan dan arahan melalui zoom meeting yang ditayangkan di Aula MAN 1 Gresik.

Ada beberapa poin penting yang disampaikan Dr. Husnul Maram, M.H.I kepada seluruh guru yang lolos PPG. Beliau menyampaikan bahwa ada dua tujuan penting pemerintah menjalankan Program Profesi Guru yakni, (1) meningkatkan kompetensi guru, (2) meningkatkan kesejahteraan guru. Melalui program Profesi Guru (PPG) ini pendidik diharapkan mampu meningkatkan kualitasnya dengan mengikuti berbagai pelatihan dan program lain yang tujuannya semakin meningkatkan kompetensi pendidik dalam menyiapkan generasi masa depan.
Beliau juga berpesan kepada seluruh guru yang hadir di Aula Ulul Albab MAN 1 Gresik,

_Pertama_ Setiap guru saat ini harus menguatkan moderasi beragama. Guru tidak hanya bertugas untuk mentransformasi ilmu pengetahuan, namun guru juga harus menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada seluruh peserta didik agar memiliki pemahaman yang cukup dalam memaknai perbedaan.

_Kedua_ berkaitan dengan transformasi digital. Setiap guru yang lulus PPG harus melek IT, beliau berharap sudah tidak ada lagi guru yang tidak paham mengenai IT. Apalagi saat ini Kementerian Agama terus giat melakukan digitalisasi madrasah.

_Ketiga_ mengenai Indeks Religiusitas. Seorang guru harus melihat secara utuh kondisi siswa. Guru tidak hanya mengamati aktivitas siswa saat pembelajaran, namun sedikit banyak juga harus tahu apa yang dilakukan siswa ketika di luar kelas. Beliau mencontohkan salah satu siswa yang ada di sebuah Madrasah Tsanawiyah. Siswa ini terkenal rajin dan berprestasi, sejak kelas 7 hingga kelas 8 selalu peringkat 1, namun pada saat kelas 9 peringkatnya merosot jauh. Ternyata siswa ini memiliki permasalahan yang cukup pelik di rumah. Sebagai guru yang lolos PPG, harus bisa membangkitkan motivasi siswa ini agar mentalnya tidak terus menurun dengan memberikan pembinaan.

_Keempat_ tahun ini merupakan tahun toleransi. Toleransi harus diajarkan pada siswa sejak dini. Akademik dan non akademik itu penting. Tapi yang paling penting yaitu siswa mampu tumbuh dengan memiliki akhlaqul karimah. Tidak akan ada artinya apabila siswa yang lulus dengan nilai akademik tinggi tanpa memiliki akhlaqul karimah. Hal ini sejalan dengan kurikulum mengenai penguatan pendidikan karakter atau yang lebih familiar dengan sebutan PPK.

Mengakhiri sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag Jatim yang merupakan alumni S3 Program Studi Studi Islam UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut menyampaikan kepada seluruh peserta yang hadir bahwasannya dalam pelaksaan PPG ini tidak ada yang namanya pungutan dalam bentuk apapun. PPG dilaksanakan secara gratis. Apabila ada pungutan liar, maka beliau meminta kepada guru yang lolos PPG untuk melaporkan kepadanya secara langsung.

Selesai memberikan saambutan via zoom meeting, kegiatan pun dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat PPG secara simbolis. Setiap Kasie Pendma dari Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban menerima sertifikat pendidik secara simbolis.

Pada kesempatan tersebut Kepala Kemenag Gresik Drs. Sahid, M.M juga menyampaikan sambutan pembukaan pada kegiatan tersebut. Beliau mengucapkan selamat datang kepada semua Kasie Pendma dan guru yang lolos PPG. Menurut beliau, Gresik merupakan tempat pusatnya destinasi wisata, destinasi religi, dan destinasi kuliner. Maka sudah tepat bahwa KaKanwil Jatim menempatkan acara pembinaan dan penguatan profesionalitas guru pasca PPG di MAN 1 Gresik. Hal ini bukan tanpa alasan, karena MAN 1 Gresik merupakan madrasah yang punya segudang prestasi baik guru maupun muridnya. Kepala Kemenag yang berasal dari Gresik tersebut juga mengimbau kepada seluruh kepala madrasah dan guru yang lolos PPG wajib vaksin booster. Bahkan di antara kabupaten dan kota sekitarnya. Gresik memimpin jumlah terbanyak pendidik dan masyarakat yang telah melaksanakan vaksinasi booster

Leave a Comment