UPACARA HARI SUMPAH PEMUDA MAN 1 GRESIK
TEGASKAN BAHWA PEMUDA ADALAH PELOPOR BUKAN PENGEKOR

Dalam rangka menggelorakan semangat para siswa dan juga peringati Hari Sumpah Pemuda, MAN 1 Gresik selenggarakan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan tersebut dilaksanakan tepat pada tanggal 28 Oktober 2022 hari di mana para Pemuda Indonesia berikrar,

Pertama: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah jang satu, tanah
Indonesia.

Kedua : Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa jang satu, bangsa
Indonesia.

Ketiga : Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa
Indonesia.

Kegiatan itu pun diperingati dengan melaksanakan Upacara bndera yang diikuti oleh seluruh keluarga besar MAN 1 Gresik. Mulai dari siswa, guru, karyawan dan Kepala Madrasah pun turut serta mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di halaman MAN 1 Gresik.

Bertugas sebagai pembina upacara yakni Bapak Drs. Rosyihudin. Guru MAN 1 Gresik yang mengampu mata pelajaran Pendidikan Kwarganegaraan tersebut banyak mengulas tentang sejarah dari lahirnya sumpah pemuda. Beliau menguraikan perjuangan para pemuda sebelum era kemerdekaan dalam tiga fase.

Pertama yakni angkatan 1908 yang disebut sebagai angkatan perintis. Penyebutan tersebut dikarenakan pada tahun 1908 merupakan masa kebangkitan nasional yang pertama dimana tokoh-tokoh pada saat itu disebut perintis karena memang tahun 1908 itu pertama kalinya Indonesia mempunyai organisasi dan perjuangannya terorganisir. Organisi pertama tersebut yaitu dinamakan Boedi Oetomo

Kedua yakni angkatan 1928. Angkatan ini disebut angkatan penegas. Melalui angkatan 1928 ini semakin jelas dan terang benderanglah visi perjuangan pemuda Indonesia. Hal ini ditandai dengan deklarasi Sumpah Pemuda.

Ketiga yakni angkatan 1945. Pemuda angkatan 1945 disebut sebagai angkatan pendobrak. Hal ini dikarenakan, para pemuda saat itu berjuang untuk mendobrak agar disegerakan kemerdekaan Indonesia. Pada saat itu, golongan muda mendesak agar Soekarno untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia ketika mengetahui bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu.

Guru yang berdomisili di Perumahan Karang Poh Bungah tersebut melanjutkan, bahwa dalam ranah pendidikan, nilai-nilai perjuangan anak muda saat ini diwujudkan dengan penguatan pendidikan karakter atau PPK yang saat ini dalam kurikulum merdeka dikembangkan dengan program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau yang dikenal dengan istilah P5. Dalam praktiknya peserta didik harus mampu menerapkan (1) Religius, (2) Nasionalis, (3) Integritas, (4) Kemandirian, dan (5) gotong royong.

Mengakhiri sambutannya sebagai pembina upacara, beliau menergaskan bahwa Pemuda adalah pelopor bukan pengekor. Pemuda harus mampu menjadi pemimpin perubahan, bukan hanya mengikuti arus tanpa memiliki prinsip kehidupan.

Leave a Comment