KEPALA MAN 1 GRESIK AJAK SELURUH WARGA MADRASAH TERAPKAN NILAI PANCASILA SECARA UTUH

Diikuti seluruh guru dan peserta didik, MAN 1 Gresik selenggarakan Upacara Bendera Peringati Hari Kesaktian Pancasila. Sejak pagi tepatnya pukul 06.45 WIB, siswa MAN 1 Gresik berbaris rapi di halaman MAN 1 Gresik. Seluruh siswa mengenakan seragram Pramuka lengkap dengan atribut dan hasduk. Sedangkan guru dan karyawan MAN 1 Gresik mengenakan baju Korpri terbaru dan pin Korpri yang tersemat di dada sebelah kanan.

Bertugas sebagai inspektur upacara yakni Kepala MAN 1 Gresik Drs. H. Muhari, M.Pd.I. Dalam sambutannya sebagai inspektur upacara, beliau terlebih dahulu menyampaikan kepada peserta upacara baik guru, karyawan, dan seluruh siswa agar khidmad dalam mengikuti jalannya upacara. Karena upacara yang hanya dilakukan pada setiap tanggal 1 Oktober tersebut untuk mengenang betapa besar perjuangan dan pengorbanan para pahlawan revolusi yang gugur pada saat itu.

Kepala madrasah yang berdomisili di Desa Lowayu Dukun tersebut melanjutkan, bahwa apabila kita betul-betul mengenang peristiwa G-30S PKI, maka begitu pedih apa yang kita rasakan, begitu sakit hingga menyayat hati. Nyawa 6 jenderal dan 1 perwira melayang dalam satu malam. Beliau ingat betul bahwa peristiwa sebelum itu sangatlah mencekam dan tidak manusiawi. Bahkan orang tua dari Pak Muhari sendiri saat itu yang menjadi anggota Banser selalu siaga 24 jam dengan membawa senjata sebagai antisipasi apabil ada serangan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Untuk itu, melalui upacara yang dilaksanakan saat ini. Satu tujuannya untuk menjadikan renungan dan penghargaan atas nyawa 6 jenderal dan 1 perwira yang gugur dalam peristiwa itu. Sehingga kita bisa menghormati jasa-jasa para pahlawan. Kedua sebagai bentuk pendidikan atas nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang tidak hanya dihafalkan, namun juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Beliau melanjutkan, bahwa agar masyarakat Indonesia dulu dapat mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara utuh, maka dulu ada yang namanya penataran P4. Penataran P4 bertujuan agar rakyat Indonesia dapat mengamalkan Pancasila secara utuh. Bukan satu sila saja, atau sepotong-sepotong saja. Mulai dari pengamalan sila pertama hingga sila kelima. Sehingga pola pikir ideologi masyarakat Indonesia tidak berjalan secara ekstrim. Namun bisa menjadi paham yang moderat.

Kegiatan upacara tersebut pun ditutup dengan pembacaan doa oleh salah seorang petugas upacara. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu nasional Pancasila. Upacara pun berakhir tepat pada pukul 08.00 WIB. Setelah upacara selesai, seluruh guru dan siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar sebagaimana baiasanya.

Leave a Comment